Thursday, August 10, 2006

Gerhana 11 Juni 1983

Sebuah peristiwa yang tak terlupakan bagi gue dan keluarga saat menikmati fenomena alam Gerhana Matahari Total tanggal 11 Juni 1983. Kami yang kebetulan ada di Yogyakarta, diboyong team bokap ke wilayah perbukitan Piyungan untuk bisa menikmati gerhana di dataran yang lebih tinggi.

Dalam perjalanan, kanan kiri suasana pedesaan sudah sangat sepi. Jarang ditemui penduduk atau petani yang bersliweran. Ini akibat penyuluhan pemerintah saat itu yang membuat masyarakat takut terkena bahaya sinar gerhana matahari total. Ironisnya, saat mereka bersembunyi di dalam rumah selama seharian dan melewatkan fenomena bersejarah di daerah mereka, turis-turis asing justru banyak ditemui dan 'bela-bela'in berangkat dari negaranya. Dan yang menarik, isyu bromocorah 'gali' sedang santer-santer-nya di daerah ini, setiap sudut kampung tampak beberapa aparat berjaga. Membuat suasana jadi makin 'mencekam' dan tidak seperti biasanya.

Sampai di lokasi, bokap langsung melakukan dokumentasi dengan kamera Trinicon HVC 2000 Betamax-nya. Bergabung dengan teman-temannya yang sudah memancang beberapa tripod & kamera photo lengkap dengan filter mylar-nya. Beberapa orang - termasuk gue - memasangkan 'kacamata' dengan filter di mata untuk bisa melihat proses penutupan matahari oleh bulan.

Saat gerhana terjadi, suasananya sangat magical. Yang tadinya cuaca cerah hangat tiba-tiba matahari seperti ada yang menyelimuti membuat gelap dunia. Ayam jago berkokok bersahut-sahutan. Langit berwarna seperti saat subuh atau senja. Temperatur langsung drop, menciptakan embun di lensa kacamata. Kami memberanikan diri mengabaikan penyuluhan pemerintah dan menatap gerhana dengan mata telanjang. Di atas kami terdapat pemandangan yang sukar dipercaya - biasanya di atas kami ada matahari, tapi saat gerhana hanya tampak cincin berkilau. Semua bergumam kagum, tercengang, excited, berdecak bahkan meneriakkan "Allahu Akbar". Sang Maha Designer menunjukkan hasil karyanya, yang tidak mungkin bisa dipertontonkan kembali dalam waktu dekat di masa mendatang. Ini adalah pemandangan sekali seumur hidup!

Setelah peristiwa selesai, matahari kembali bersinar dan membuat udara menjadi panas. Tanpa kami sadari, beberapa aparat sudah hadir di antara kita - mungkin saat gelap gerhana mereka sudah tiba. Setelah bertanya sana sini dan menawarkan bantuan kawalan, mereka pergi meninggalkan kami yang masih asyik menikmati pemandangan perbukitan Piyungan.

Sayangnya, kaset Betamax yang digunakan ternyata tidak berumur panjang karena berbagai faktor. Sehingga dokumentasi langka ini nyaris tak bisa ditonton kembali. Untungnya, dulu gue sempat transfer kaset ini ke dalam format video 8 sebelum terlanjur rusak parah. Hasilnya yaa.. tidak bagus. Banyak tracking dan gangguan bintik-bintik gambar. Namun untuk sebuah peristiwa langka luar biasa yang mungkin baru terulang 400 - 500 tahun lagi, video dokumentasi ini masih bisa dianggap layak tonton laahhh..

Enjoy.


Watch the Video

More zoom to :
http://www.krysstal.com/ec1983.html
http://uk.geocities.com/solareclipsewebpages@btopenworld.com/19830611.html
http://nicmosis.as.arizona.edu:8000/ECLIPSE_WEB/ECLIPSE_83/ECLIPSE_83.html

Kategori :
Documentation, Video Report, Vlogging

2 comments:

sukie said...

I was born on 11 Juni 1983...:D nice article om Pinot :)

hardjodikromo said...

pengalaman yang sama, aku di depan terminal bus boyolali. thanks to my parents yang bela2in tour ke jateng