Aquarellle
![]() Family watercolor painting day. Shot with Canon EOS 500D & 50mm 1.4 lens with 4x macro filter. The video was shot with manual aperture (1.4) in FLAT Picture Style & color corrected in Final Cut Express with Magic Bullet Looks. |
/***********************************************/ /* delicious */ /***********************************************/
Tempat di mana kami berbagi & mencurahkan segala hasrat, pendapat, perasaan, mimpi dalam bentuk video. Enjoy our vlog (video blog)!

Jakarta Floods Feb 6 2007 - 2 - View mp4 movie
Jakarta Floods Feb 6 2007 - 1 - View mp4 movie
Jakarta Floods Feb 4 2007 - 3 - View mp4 movie
Jakarta Floods Feb 4 2007 - 2 - View mp4 movie
Jakarta Floods Feb 4 2007 - 1 - View mp4 movie
Jakarta Floods Feb 2 2007 - View mp4 movie
Early Latch On - View mp4 movie
Nike+iPod commercial parody. - View mp4 movie
Gerhana Matahari Total 1983. - View mp4 movie
Proyek Sayang Arwen. - View mp4 movie
Kampanye Politik 1987. - View mp4 movie
Face Plastic Surgery. - View mp4 movie
Cheap EduToys. - View mp4 movie
YouTube : 0 viewers
Sleeping in Swimming Pool. - View mp4 movie
Saturday Adventure. - View mp4 movie
Old School Editing. - View mp4 movie
Walk Like a Godzilla. - View mp4 movie
YouTube : 0 viewers
1987 Fear Factor. - View mp4 movie
HipHop Baby. - View mp4 movie





"The suspicious parent makes an artful child"
![]() Family watercolor painting day. Shot with Canon EOS 500D & 50mm 1.4 lens with 4x macro filter. The video was shot with manual aperture (1.4) in FLAT Picture Style & color corrected in Final Cut Express with Magic Bullet Looks. |
![]() Arwen, Leia, Neo & Dita gathering in our warm winter room. Shot with Canon EOS 500D & 50mm 1.4 with manual aperture |
| Dalam rangka peluncuran buku resep "Cooking with Love" (A tribute to Inong Haris), tim penyusun buku, para sahabat dari We R Mommies : Wanda Hazman, Mamiek Syamil, Sofie Dewayani, Wiwit Wijayanti dan Eva Y. Nukman memberikan kepercayaan kepada kami, Pinot & Dita untuk membuat sebuah video pendek sebagai bagian dari materi promosi. Video tersebut akan digunakan pada event Upload Day pada tanggal 27 Agustus 2008, di mana materi itu akan diupload dan diembed oleh para peserta event di blog masing-masing. Terus terang, saat kami menerima titah tersebut, rada ketar-ketir juga, mengingat materi yang diangkat dalam bentuk video tersebut sifatnya sensitif dan menyentuh. Terbersit kekhawatiran, hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, mengingat almarhumah adalah pesohor di dunia blog dan video ini akan ditonton ratusan pasang mata (dan mungkin kalo sudah masuk Youtube bisa ribuan pasang mata yang menyaksikan). Kebetulan kami juga tidak mengenal secara dalam almarhumah Inong Haris, sehingga perlu mengumpulkan bermacam informasi untuk mendapatkan mood yang tepat di video ini. Inspirasi dan gagasan didapat dari karya ayah Pinot yang kebetulan pernah membuat karya film berlatar belakang mirip : mengenang seseorang yang telah wafat. Latar belakang musik yang digunakan didominasi "choir" voice yang bikin merinding. Serta ada sedikit bumbu orkestra, yang berguna untuk mengangkat kesan ceria dan semangat. Penggabungan gambar-gambarnya pun tidak lambat -- dissolve-to-dissolve yang justru menghanyutkan emosi larut dalam kesedihan -- justru diedit dalam tempo dinamis dan cepat (fast-cut). Irama cepat ini yang kami gunakan sebagai irama pemunculan dari isi halaman-halaman buku "Cooking with Love". Dan satu pesan dari sang ayah, film ini dibuat bukan untuk meratapi sang almarhum. No wonder dapet piala Citra tahun 1982 baheula *cie bangga bole dhuong* Setelah membaca sekilas isi buku dan latar belakang almarhumah serta berkonsultasi dengan klien cantik, maka diputuskan sifat dan rasa videonya : - Jangan terlalu larut dengan kepergian Inong - Menyentuh tapi tidak membuat sedih yang berlarut-larut - Keharuan yang muncul harus diimbangi dengan keceriaan dan semangat cinta - Keindahan dari keberpisahan - Durasi jangan terlalu panjang - dan tentu saja, bagi yang tidak mengenal Inong harus tetap dapat merasakan pesan dan makna dari buku tersebut ![]() ![]() Dari situlah kami berangkat. Musik pun dipilih dari soundtrack "Finding Neverland" karya komposer Jan A.P Kaczmarek. Selain aura-nya 'dapet', konsep cerita film tersebut juga "keindahan dari keberpisahan" -- tokoh wanitanya wafat dan meninggalkan sejuta inspirasi bagi kekasihnya. Nyambung lah pokoknya :D File isi buku digodok di Adobe AfterEffect, dibuat membentuk seperti halaman-halaman buku, lengkap dengan samudera text karya tulis Inong serta beberapa foto. Elemen dan warna juga diambil dari desain buku, agar tetap satu rasa. Setelah itu difinishing di FinalCut Pro, diracik bareng musiknya. Proses penggabungan gambar dan musik ini yang tricky. Upload Day Jam 12 malam tanggal 27 Agustus, video cinta ini online di website kami. Dalam sekejap, jumlah pengunjung meningkat tajam, baik yang di website maupun YouTube. Kami yang sudah merinding dari beberapa hari lalu, makin merinding melihat antusiasme orang-orang yang bela-belain tidak tidur untuk meng-upload video kami pada blog mereka. Dari tadi malam -- hingga saat posting ini ditulis -- telah mencapai 400-an pengunjung website dan 300-an pengunjung YouTube. Hanya dalam beberapa jam! Sungguh fenomenal! Kami bisa mendengar musik video tersebut bersahut-sahutan berkumandang dimainkan di seluruh dunia. Seolah serentak menyerukan suara cinta kepada Inong Haris di atas sana bersama-Nya. Bravo tim "Cooking with Love". Sebuah kehormatan bagi kami untuk turut menghembuskan aroma sedap dari jiwa dan cinta Inong Haris (almh). Labels: cooking with love, event, video |
| Seumur-umur belum pernah ke Monas, Jakarta dan naik ke puncaknya. Tapi malah sudah menyempatkan diri -- jadi turis -- menengok Kuwait Tower dari dekat dan naik ke atasnya. More story here. Labels: documentation, entertainment, family |
| Setelah seminggu berlalu, video rekaman peristiwa langka badai es di Kuwait bermunculan satu per satu. Tampaknya mereka baru menyempatkan diri untuk upload hasil rekaman peristiwa tersebut. Rata-rata para pemilik video tersebut adalah orang-orang lokal yang menggunakan recording device 'darurat' seperti handphone, sehingga kualitasnya tidak bisa diharapkan. Namun, dengan kualitas video ala kadarnya masih bisa menggambarkan suasana dan situasi peristiwa saat itu. Dan bahkan semakin melengkapi gambaran suasana yang ada di video gue sekeluarga. Berikut beberapa diantaranya : Fatoomah : Jalanan yang digenangi butir-butir es Parkiran Souk Sharq yang ditutupi permukaan es Alislk : Pinggiran kolam renang yang dilapis permukaan es Alkatalony : Permukaan es tersebar di pinggir jalan keesokan harinya Labels: citizen journalism, documentation, hail storm, Kuwait, people |
| Pada hari Jum'at sore (11 April 2008), Kuwait diterpa semi-tornado berkecepatan 90 km/jam. Dalam waktu 20 menit-an, daerah pinggir pantai teluk dihujani badai es yang mengakibatkan sebagian jalanan banjir dan merusak beberapa billboard. Kebetulan, gue dan sekeluarga sedang berada di daerah Kuwait Tower & pusat perbelanjaan Souk Sharq yang berada di bibir pantai teluk. More stories here. Labels: documentation, hail storm, journalism, Kuwait, weather |
| Awalnya, project motion graphic ini hanya dikerjakan satu orang, yaitu gue. Namun bos minta dibuat lebih baik dan dasyat. Maka, kerjaan gue ngga dipakai dan seluruh awak departemen dikaryakan untuk menyelesaikan project ini. 8 orang motion graphic designer bertugas rangkap compositioning, rotoscoping, animation, hatching dan 2 lagi support untuk masking dan finishing. Baru sekali ini, kami kepikiran membuat dokumentasi 'behind the scene' sebuah pekerjaan motion graphic. Maklum, karena tidak biasa (waktu mepet, keroyokan lebih dari 6 orang dan full animation). Biasanya mah... lewat doang ngga dipikirin :D Download the high-res video in here. Labels: documentation, motion graphic, work |
| Ngobrol santai dengan seorang Zaydoon -- rekan kerja berkebangsaan Irak -- tentang bercokolnya Amerika di Irak selama 5 tahun. Obrolannya berkisar tentang : - Positifkah kehadiran Amerika menggusur pemerintahan Saddam Hussein? - Berapa lama lagi Amerika harus tetap di Irak? - Apakah benar ada Al Qaeda di Irak? - Pendapat tentang investasi dinar Irak :D More stories here & here. Part 1 Part 2 Labels: documentation, interview |
| Pusatnya barang murah dan barang bekas. Dulu hanya tenda-tenda yang digelar setiap habis shalat Jum'at. Karena animo masyarakat sedemikian besar, akhirnya dibangun hall seperti hangar-hangar yang besar dan luas. Dan buka setiap Kamis, Juma't dan Sabtu. Agak males ke sini kalau pas summer :D More story here. |
| Beginilah kira-kira suasana Kuwait menjelang dan di hari kemerdekaannya yang ke 47 di tanggal 25 Februari ini. Cukup meriah walau cenderung rusuh :D Hala Februari Suasana jalan Salem Al Mubarak, diakhiri perkelahian di depan KFC Suasana Hala Februari di tanggal 15 Februari di jalan Salem Al Mubarak. Jalanan ditutup untuk kendaraan roda empat dan dipenuhi massa yang menyaksikan hiburan. Read more here. Party Foam Sprayer Siapa pun kudu siap jadi sasaran semprotan busa pesta ini. Video by Aji Beginilah perilaku bocah-bocah Kuwait saat jelang dan hari kemerdekaan Kuwait : bermain dengan penyemprot foam untuk pesta. Mereka cenderung rusuh semprot sana semprot ini, jika perlu ke badan atau wajah orang lain. Pemuda-pemudinya pun melakukan hal yang sama dengan sasaran mobil-mobil yang sedang parkir atau kebetulan lewat. Aktivitas ini sering berujung perselisihan dan perkelahian. Polisi terpaksa menyita sprayer ini jika situasi sudah tidak terkontrol. Heran... mau seneng2 atau cari ribut sih? Read more here. Bendera 'Banner' Kuwait Jarang ada warga Kuwait yang mengibarkan bendera negaranya di tiang bendera di rumahnya. Yang sering kami saksikan adalah : mereka menggelar banner/bendera besar Kuwait dengan lebar 2 meter-an. Mentang-mentang rumah mereka gede, maka bendernya juga segede gaban. Read more here Lampu hias di 5th Ring Road Lampu menghiasi Bayan Palace, Water Tower dan 'Clock Tower' di tepi 5th ring road. Warga pun juga ngga mau kalah, turut menghiasi rumah mereka dengan lampu hias yang terang benderang. Berapa besar ya konsumsi listrik negara ini? :D Labels: independence, Kuwait, vlog |
| Sejak mendaratkan kaki di Kuwait Juli 2007 lalu, gue jadi jarang melakukan dokumentasi video dengan kamera miniDV gue. Selain karena sudah semakin tidak sempat membuat karya video pendek, juga karena situasi adat dan budaya di negeri ini, melakukan kegiatan rekam video tidak sebebas dulu dan terpaksa dilakukan sneaky-sneaky dan tidak blak-blakan. Modal alat rekam pun terpaksa menggunakan handphone, PDA atau terkadang digital camera yang memiliki feature video recording. Mulai sekarang, video yang dishare di sini sebagian besar adalah murni dokumentasi tentang kami dan Kuwait - melengkapi kisah kami di blog Neverland Journey. Enjoy Link : Video posting sebelumnya di Neverland Journey. Labels: Kuwait |
| Karena gue harus berangkat ke Kuwait untuk memulai petualangan baru *ceile* maka terbentuklah jarak antara gue dan semua orang di Indonesia termasuk keluarga mungil gue. Berkirim tukar kabar sudah menjadi S.O.P (Standard Operating Procedure) seperti email, SMS dan tentu saja update daily via blog. Berhubung kini yang bisa bercerita bukan hanya teks dan foto, sekarang video pun menjadi perlengkapan pendukung utama untuk tetap menjalin silaturahmi. Video-video tersebut melengkapi blog kami di Neverland Journey. Gue jadi sering setor video agar yang di rumah bisa merasakan secara detail apa yang gue lihat dan alami. Thanks to Blogger yang kini memberikan feature tambahan untuk upload video langsung dari halaman post. Suasana bandara Dubai Saat mendarat dan pemandangan dari bandara Kuwait Marina Mall Lunch time Suasana Hawali saat jam 7:00 sore Berhubung kamera miniDV ditinggal di Jakarta, gue menggunakan kamera digital Nikon P1 sebagai perekam video. Dengan screen size 640 x 480 pixel cukuplah untuk merekam suasana perjalanan dan dishare dengan semua orang. |
Gue lagi bikin video berseri, judulnya "What If I..". Jadi ceritanya gue suka penasaran dengan angle atau view tertentu yang tidak mungkin dilihat langsung oleh mata manusia, seperti contohnya pemandangan di bawah kereta api saat kereta api melintas dengan kecepatan tinggi di atasnya. Dengan kamera, sedikit banyak informasi pemandangan, suasana & situasi di bawah kereta api bisa terekam & terwakili. ![]() Kebetulan memang gue dari kecil sudah jatuh hati dengan kereta api dan ingin mengabadikan segala sisi kereta api (gue pernah mendokumentasikannya di bawah jembatan kereta api Bintaro Jaya saat gue masih SMA kelas 1, seperti yang gue posting di vlog ini.) Akhirnya gue bulatkan tekad untuk menaruh kamera di rel kereta api, dekat komplek rumah gue di Bintaro Permai. ![]() Kamera gue lengkapi dengan semi fish-eye lens dan diletakkan di tengah rel, 'dilindungi' dengan batu-batu ballast rel. Jika ada apa-apa terjadi dengan kamera video ini, gue sudah pasrah. Dan mungkin memang saatnya mesti beli kamera video baru :D Hasilnya memang 'menyeramkan'. Suara, getaran (kamera gue beberapa kali jatuh miring karena guncangan), angin kencang dan suasana kolong saat kereta api melintas dengan kecepatan tinggi menciptakan rasa ngeri tersendiri. So, enjoy the thrill. Judul selanjutnya, tunggu tanggal mainnya. Download the Mpeg4 movie from here. Download QuickTime for free ![]() Labels: train railroad camera thrill |
| Dibanding postingan gue sebelumnya - tentang jurnalisme rakyat pada bencana banjir Jakarta bulan Februari - diluar dugaan gue ternyata yang menyempatkan diri berperan sebagai jurnalis rakyat jumlahnya cukup banyak. Beberapa yang gue bisa lihat di YouTube : Bricolage74 - cukup update dengan cakupan wilayah sekitar Tendean - Kemang
Yangswa - situasi di jalan Casablanca
Philiphui - perjalanan ke bandara Soekarno-Hatta
Bisa jadi ini pertanda baik tentang mulai menggeliatnya citizen journalism di Indonesia (walau beberapa diantaranya bukan warga negara Indonesia). Keep up the good work guys! Mohon maaf jika ada kesalahan penyebutan nama dan data. Jika berkeberatan video-nya linked ke vlog ini, mohon maaf (lagi) dan kabari gue via email. Labels: documentation citizen journalism floods Jakarta banjir report article YouTube |
![]() UPDATED Suatu pagi gue terima email dari CNN Washington, asking for permission untuk menggunakan materi video banjir gue di YouTube. Sudah pasti gue merasa tersanjung dengan permintaan mereka. Ngga kira institusi berita sebesar CNN ngintip video banjir gue. Gue sempat heran, mengapa mereka membutuhkan materi video amatir untuk sebuah bencana besar seperti Jakarta ini. Tampaknya mereka sedang mengumpulkan semua materi dokumentasi online tentang banjir Jakarta, termasuk rekaman banjir gue. Lepas dari itu semua, sebuah institusi berita seperti CNN pun melakukan YouTubing untuk mencari materi video. Mereka sudah sadar untuk membukakan pintu kepada para grassroots journalist. Ini adalah berita baik kepada vlogger-vlogger yang mengabdikan diri mereka dalam citizen journalism. Yang ironis adalah, materi video gue diperhatikan oleh institusi berita luar, sementara di dalam negeri (kecuali MetroTV) belum banyak terlihat adanya niatan yang sungguh-sungguh untuk mengakomodir the power of citizen journalism. Seperti redaksi TV tempat gue bekerja, yang lebih disibukkan degan jadwal reporter mereka di lapangan (lokasi banjir). Jika mereka menyempatkan untuk YouTubing, mungkin bisa menemukan materi video amatir untuk memperkaya topik berita mereka. Barangkali gue yang harus inisiatif lari ke lantai 3 dan menyerahkan kaset miniDV gue. Namun masalahnya, apakah mereka sudah benar-benar membutuhkan materi video amatir? Labels: documentation citizen journalism floods Jakarta banjir report article YouTube CNN |
Ciledug Raya![]() Kalau di tempat lain yang panen akibat banjir adalah ojek gerobak, lain halnya di Jl. Ciledug Raya dekat pertigaan Jl. Swadharma (depan pool taxi Ratax), yang panen adalah kereta kuda. Kudanya dipaksain mutar muter jemput penumpang yang mau menyeberang. YouTube video : http://www.youtube.com/v/DNwJIIm23n0 Download MPEG4 movie in here. Hosted by Blip.TV Pos Pengumben ![]() Sejak gue SD, setiap lewat daerah sini saat musim hujan, banjir adalah menu santapan rutin bagi warga sekitar. Maklum, sungai Pesanggrahan kalau sudah buas ngga kira-kira. Ketika semakin banyak pembangunan di daerah - yang asalnya adalah rawa - ini, semakin sering jadwal banjirnya. Apalagi saat musim hujan yang cukup dasyat sekarang ini. Daerah tepian sungai pun didirikan apartemen megah, memperkeruh suasana perbanjiran sungai Pesanggrahan yang dilewati Jl. Raya Joglo Pos Pengumben ini. You Tube video : http://www.youtube.com/v/VC3EdXhGGr4 Download MPEG 4 movie in here. Hosted by Blip.TV Labels: documentation journalism floods Jakarta banjir report |
Pada saat heboh banjir melanda Jakarta minggu lalu hingga hari ini, ada beberapa yang menyempatkan diri mengambil peran sebagai citizen journalist dengan meng-upload materi video rekaman banjir di YouTube & situs video sharing lainnya. Ada yang hanya sekedar merekam dengan handphone tentang banjir di rumahnya, ada juga yang niat mengeditnya dan menambahkan ilustrasi musik. Salut kepada mereka (mohon maaf jika ada kesalahan penulisan nama) :
http://www.youtube.com/watch?v=AMlAJtsO7iY
http://www.youtube.com/watch?v=SZFUok6en8o
http://www.youtube.com/watch?v=Uygz8SmhcSs
http://www.youtube.com/watch?v=oglM-SiPBvY Walau jumlahnya tidak seberapa, namun ini adalah tanda-tanda mulai bergemanya era citizen journalism dengan medium video di Indonesia. Gue yakin, yang merekam bencana tersebut pasti jumlahnya sangat amat banyak (hitung saja jumlah penjualan handphone dengan feature video recording sampai saat ini), namun rata-rata orang memilih untuk menyimpan file untuk dokumentasi pribadi dan hanya dishare dengan teman-teman terdekat ketimbang dishare & dipublikasikan secara massal. Kendalanya bisa bermacam-macam, yang paling utama adalah gaptek & bandwith (upload = duit keluar banyak). Kalau melihat negara tetangga, Malaysia, video rekaman bencana banjir banyak yang dipublikasikan secara massal di internet. Coba masuk ke YouTube.com, search dengan keyword 'banjir'. Anda akan menemukan banyak video bencana banjir dari Malaysia. Kita memang tidak bisa membandingkan kondisi jalur Internet negeri jiran tersebut dengan negeri kita, namun terlihat bahwa dengan didukung fasilitas yang ada, gema citizen journalism di sana sudah cukup besar. Pertanyaannya adalah, apakah citizen journalism dengan medium video di Indonesia baru bisa bergema setelah menunggu kondisi bandwith di negeri ini murah dulu? Kita lihat saja nanti. Labels: documentation citizen journalism floods Jakarta banjir report article YouTube |