Karena gue harus berangkat ke Kuwait untuk memulai petualangan baru *ceile* maka terbentuklah jarak antara gue dan semua orang di Indonesia termasuk keluarga mungil gue. Berkirim tukar kabar sudah menjadi S.O.P (Standard Operating Procedure) seperti email, SMS dan tentu saja update daily via blog. Berhubung kini yang bisa bercerita bukan hanya teks dan foto, sekarang video pun menjadi perlengkapan pendukung utama untuk tetap menjalin silaturahmi.
Video-video tersebut melengkapi blog kami di Neverland Journey. Gue jadi sering setor video agar yang di rumah bisa merasakan secara detail apa yang gue lihat dan alami. Thanks to Blogger yang kini memberikan feature tambahan untuk upload video langsung dari halaman post.
Suasana bandara Dubai
Saat mendarat dan pemandangan dari bandara Kuwait
Marina Mall
Lunch time
Suasana Hawali saat jam 7:00 sore
Berhubung kamera miniDV ditinggal di Jakarta, gue menggunakan kamera digital Nikon P1 sebagai perekam video. Dengan screen size 640 x 480 pixel cukuplah untuk merekam suasana perjalanan dan dishare dengan semua orang.
Sunday, July 08, 2007
Friday, May 18, 2007
What If I : Put My Camera Under Passing Trains
Gue lagi bikin video berseri, judulnya "What If I..". Jadi ceritanya gue suka penasaran dengan angle atau view tertentu yang tidak mungkin dilihat langsung oleh mata manusia, seperti contohnya pemandangan di bawah kereta api saat kereta api melintas dengan kecepatan tinggi di atasnya. Dengan kamera, sedikit banyak informasi pemandangan, suasana & situasi di bawah kereta api bisa terekam & terwakili.

Kebetulan memang gue dari kecil sudah jatuh hati dengan kereta api dan ingin mengabadikan segala sisi kereta api (gue pernah mendokumentasikannya di bawah jembatan kereta api Bintaro Jaya saat gue masih SMA kelas 1, seperti yang gue posting di vlog ini.) Akhirnya gue bulatkan tekad untuk menaruh kamera di rel kereta api, dekat komplek rumah gue di Bintaro Permai.

Kamera gue lengkapi dengan semi fish-eye lens dan diletakkan di tengah rel, 'dilindungi' dengan batu-batu ballast rel. Jika ada apa-apa terjadi dengan kamera video ini, gue sudah pasrah. Dan mungkin memang saatnya mesti beli kamera video baru :D
Hasilnya memang 'menyeramkan'. Suara, getaran (kamera gue beberapa kali jatuh miring karena guncangan), angin kencang dan suasana kolong saat kereta api melintas dengan kecepatan tinggi menciptakan rasa ngeri tersendiri.
So, enjoy the thrill.
Judul selanjutnya, tunggu tanggal mainnya.
Download the Mpeg4 movie from here.
Download QuickTime for free
Kebetulan memang gue dari kecil sudah jatuh hati dengan kereta api dan ingin mengabadikan segala sisi kereta api (gue pernah mendokumentasikannya di bawah jembatan kereta api Bintaro Jaya saat gue masih SMA kelas 1, seperti yang gue posting di vlog ini.) Akhirnya gue bulatkan tekad untuk menaruh kamera di rel kereta api, dekat komplek rumah gue di Bintaro Permai.
Kamera gue lengkapi dengan semi fish-eye lens dan diletakkan di tengah rel, 'dilindungi' dengan batu-batu ballast rel. Jika ada apa-apa terjadi dengan kamera video ini, gue sudah pasrah. Dan mungkin memang saatnya mesti beli kamera video baru :D
Hasilnya memang 'menyeramkan'. Suara, getaran (kamera gue beberapa kali jatuh miring karena guncangan), angin kencang dan suasana kolong saat kereta api melintas dengan kecepatan tinggi menciptakan rasa ngeri tersendiri.
So, enjoy the thrill.
Judul selanjutnya, tunggu tanggal mainnya.
Download the Mpeg4 movie from here.
Download QuickTime for free
Friday, February 23, 2007
Jurnalisme Rakyat & Banjir Jakarta 2
Dibanding postingan gue sebelumnya - tentang jurnalisme rakyat pada bencana banjir Jakarta bulan Februari - diluar dugaan gue ternyata yang menyempatkan diri berperan sebagai jurnalis rakyat jumlahnya cukup banyak. Beberapa yang gue bisa lihat di YouTube :
Bricolage74 - cukup update dengan cakupan wilayah sekitar Tendean - Kemang
Bricolage74 - cukup update dengan cakupan wilayah sekitar Tendean - Kemang
- http://www.youtube.com/watch?v=XD67M7t4yfg - Tendean 4
- http://www.youtube.com/watch?v=sr4gMvskwNA - Tendean 2
- http://www.youtube.com/watch?v=MrfrnMVjBCs - Tendean 1
- http://www.youtube.com/watch?v=pRAqFFQqy9Y - Kemang Raya 2
- http://www.youtube.com/watch?v=_t5DuSjkceg - Kemang Raya 1
- http://www.youtube.com/watch?v=jW9Hih2E4XU - Entrance to Kemang
- http://www.youtube.com/watch?v=HMTEFAQGgL8 - Jeruk Purut 2
- http://www.youtube.com/watch?v=tJOEozpT3Uo - Jeruk Purut 1
Ivanriz02 - kompilasi foto-foto yang diedit jadi video
- http://www.youtube.com/watch?v=dr3mBirB-Ic (upload 3 Februari 2007)
- http://www.youtube.com/watch?v=s0FZF8zmmgA (upload 4 Februari 2007)
- http://www.youtube.com/watch?v=U7H9WCZBrq8 (upload 5 Februari 2007)
Yangswa - situasi di jalan Casablanca
- http://www.youtube.com/watch?v=CsDNbpi7ECU (upload 9 Februari 2007)
- http://www.youtube.com/watch?v=mNr2qSEu3ZQ (upload 9 Februari 2007)
- http://www.youtube.com/watch?v=cSsI0Vz3ne8 (upload 5 Februari 2007)
- http://www.youtube.com/watch?v=YNfJpKzRws8 (upload 6 Februari 2007)
Philiphui - perjalanan ke bandara Soekarno-Hatta
- http://www.youtube.com/watch?v=cvE5gmy7SVQ (upload 5 Februari 2007)
- http://www.youtube.com/watch?v=spo_VWzjJuM (upload 4 Februari 2007)
- http://www.youtube.com/watch?v=ILO4d9zJABU (upload 7 Februari 2007)
- http://www.youtube.com/watch?v=TTklszSKAIQ (upload 5 Februari 2007)
- http://www.youtube.com/watch?v=i6BaqfNlc98 (upload 7 Februari 2007)
- http://www.youtube.com/watch?v=eKOcr3znEnQ (upload 4 Februari 2007)
- http://www.youtube.com/watch?v=rRjimZFlTWA (upload 4 Februari 2007)
Bisa jadi ini pertanda baik tentang mulai menggeliatnya citizen journalism di Indonesia (walau beberapa diantaranya bukan warga negara Indonesia). Keep up the good work guys!
Mohon maaf jika ada kesalahan penyebutan nama dan data. Jika berkeberatan video-nya linked ke vlog ini, mohon maaf (lagi) dan kabari gue via email.
Thursday, February 08, 2007
CNN is YouTubing Jakarta Floods Video

UPDATED
Suatu pagi gue terima email dari CNN Washington, asking for permission untuk menggunakan materi video banjir gue di YouTube. Sudah pasti gue merasa tersanjung dengan permintaan mereka. Ngga kira institusi berita sebesar CNN ngintip video banjir gue. Gue sempat heran, mengapa mereka membutuhkan materi video amatir untuk sebuah bencana besar seperti Jakarta ini. Tampaknya mereka sedang mengumpulkan semua materi dokumentasi online tentang banjir Jakarta, termasuk rekaman banjir gue.
Lepas dari itu semua, sebuah institusi berita seperti CNN pun melakukan YouTubing untuk mencari materi video. Mereka sudah sadar untuk membukakan pintu kepada para grassroots journalist. Ini adalah berita baik kepada vlogger-vlogger yang mengabdikan diri mereka dalam citizen journalism. Yang ironis adalah, materi video gue diperhatikan oleh institusi berita luar, sementara di dalam negeri (kecuali MetroTV) belum banyak terlihat adanya niatan yang sungguh-sungguh untuk mengakomodir the power of citizen journalism. Seperti redaksi TV tempat gue bekerja, yang lebih disibukkan degan jadwal reporter mereka di lapangan (lokasi banjir). Jika mereka menyempatkan untuk YouTubing, mungkin bisa menemukan materi video amatir untuk memperkaya topik berita mereka. Barangkali gue yang harus inisiatif lari ke lantai 3 dan menyerahkan kaset miniDV gue. Namun masalahnya, apakah mereka sudah benar-benar membutuhkan materi video amatir?
Wednesday, February 07, 2007
Jakarta Banjir (Lagi) 4
Ciledug Raya

Kalau di tempat lain yang panen akibat banjir adalah ojek gerobak, lain halnya di Jl. Ciledug Raya dekat pertigaan Jl. Swadharma (depan pool taxi Ratax), yang panen adalah kereta kuda. Kudanya dipaksain mutar muter jemput penumpang yang mau menyeberang.
YouTube video : http://www.youtube.com/v/DNwJIIm23n0
Download MPEG4 movie in here. Hosted by Blip.TV
Pos Pengumben

Sejak gue SD, setiap lewat daerah sini saat musim hujan, banjir adalah menu santapan rutin bagi warga sekitar. Maklum, sungai Pesanggrahan kalau sudah buas ngga kira-kira. Ketika semakin banyak pembangunan di daerah - yang asalnya adalah rawa - ini, semakin sering jadwal banjirnya. Apalagi saat musim hujan yang cukup dasyat sekarang ini. Daerah tepian sungai pun didirikan apartemen megah, memperkeruh suasana perbanjiran sungai Pesanggrahan yang dilewati Jl. Raya Joglo Pos Pengumben ini.
You Tube video : http://www.youtube.com/v/VC3EdXhGGr4
Download MPEG 4 movie in here. Hosted by Blip.TV
Kalau di tempat lain yang panen akibat banjir adalah ojek gerobak, lain halnya di Jl. Ciledug Raya dekat pertigaan Jl. Swadharma (depan pool taxi Ratax), yang panen adalah kereta kuda. Kudanya dipaksain mutar muter jemput penumpang yang mau menyeberang.
YouTube video : http://www.youtube.com/v/DNwJIIm23n0
Download MPEG4 movie in here. Hosted by Blip.TV
Pos Pengumben
Sejak gue SD, setiap lewat daerah sini saat musim hujan, banjir adalah menu santapan rutin bagi warga sekitar. Maklum, sungai Pesanggrahan kalau sudah buas ngga kira-kira. Ketika semakin banyak pembangunan di daerah - yang asalnya adalah rawa - ini, semakin sering jadwal banjirnya. Apalagi saat musim hujan yang cukup dasyat sekarang ini. Daerah tepian sungai pun didirikan apartemen megah, memperkeruh suasana perbanjiran sungai Pesanggrahan yang dilewati Jl. Raya Joglo Pos Pengumben ini.
You Tube video : http://www.youtube.com/v/VC3EdXhGGr4
Download MPEG 4 movie in here. Hosted by Blip.TV
Tuesday, February 06, 2007
Jurnalisme Rakyat & Banjir Jakarta
Pada saat heboh banjir melanda Jakarta minggu lalu hingga hari ini, ada beberapa yang menyempatkan diri mengambil peran sebagai citizen journalist dengan meng-upload materi video rekaman banjir di YouTube & situs video sharing lainnya. Ada yang hanya sekedar merekam dengan handphone tentang banjir di rumahnya, ada juga yang niat mengeditnya dan menambahkan ilustrasi musik. Salut kepada mereka (mohon maaf jika ada kesalahan penulisan nama) :
Walau jumlahnya tidak seberapa, namun ini adalah tanda-tanda mulai bergemanya era citizen journalism dengan medium video di Indonesia. Gue yakin, yang merekam bencana tersebut pasti jumlahnya sangat amat banyak (hitung saja jumlah penjualan handphone dengan feature video recording sampai saat ini), namun rata-rata orang memilih untuk menyimpan file untuk dokumentasi pribadi dan hanya dishare dengan teman-teman terdekat ketimbang dishare & dipublikasikan secara massal. Kendalanya bisa bermacam-macam, yang paling utama adalah gaptek & bandwith (upload = duit keluar banyak).
Kalau melihat negara tetangga, Malaysia, video rekaman bencana banjir banyak yang dipublikasikan secara massal di internet. Coba masuk ke YouTube.com, search dengan keyword 'banjir'. Anda akan menemukan banyak video bencana banjir dari Malaysia. Kita memang tidak bisa membandingkan kondisi jalur Internet negeri jiran tersebut dengan negeri kita, namun terlihat bahwa dengan didukung fasilitas yang ada, gema citizen journalism di sana sudah cukup besar. Pertanyaannya adalah, apakah citizen journalism dengan medium video di Indonesia baru bisa bergema setelah menunggu kondisi bandwith di negeri ini murah dulu? Kita lihat saja nanti.
- B Dwi Agus -
http://www.youtube.com/watch?v=AMlAJtsO7iY
- Indonesian Idle -
http://www.youtube.com/watch?v=SZFUok6en8o
- medekoisvenni -
http://www.youtube.com/watch?v=Uygz8SmhcSs
- Anne J Coto -
http://www.youtube.com/watch?v=oglM-SiPBvY
Walau jumlahnya tidak seberapa, namun ini adalah tanda-tanda mulai bergemanya era citizen journalism dengan medium video di Indonesia. Gue yakin, yang merekam bencana tersebut pasti jumlahnya sangat amat banyak (hitung saja jumlah penjualan handphone dengan feature video recording sampai saat ini), namun rata-rata orang memilih untuk menyimpan file untuk dokumentasi pribadi dan hanya dishare dengan teman-teman terdekat ketimbang dishare & dipublikasikan secara massal. Kendalanya bisa bermacam-macam, yang paling utama adalah gaptek & bandwith (upload = duit keluar banyak).
Kalau melihat negara tetangga, Malaysia, video rekaman bencana banjir banyak yang dipublikasikan secara massal di internet. Coba masuk ke YouTube.com, search dengan keyword 'banjir'. Anda akan menemukan banyak video bencana banjir dari Malaysia. Kita memang tidak bisa membandingkan kondisi jalur Internet negeri jiran tersebut dengan negeri kita, namun terlihat bahwa dengan didukung fasilitas yang ada, gema citizen journalism di sana sudah cukup besar. Pertanyaannya adalah, apakah citizen journalism dengan medium video di Indonesia baru bisa bergema setelah menunggu kondisi bandwith di negeri ini murah dulu? Kita lihat saja nanti.
Sunday, February 04, 2007
Jakarta Banjir (Lagi) 3
Setelah mendapatkan banyak permintaan video report dari masyarakat Indonesia di perantauan yang ingin mendapatkan gambaran suasana banjir di Jakarta, kami mencoba menelusuri beberapa daerah rawan banjir dan mendokumentasikannya dalam bentuk video (dan foto). Hari Minggu 4 Februari kami bergerak ke arah Jl. Deplu Raya dan Jl. Haji Muhi (kedua jalan ini adalah rute alternatif bagi penghuni kawasan Bintaro Jaya).
Jl. Raya Deplu & Jl. Haji Muhi

Untuk jalan Deplu Raya, genangan air dari kali Pesanggrahan yang 2 hari lalu menghambat lalu lintas, sekarang sudah bisa dilewati kendaraan kelas MPV (Kijang, Panther, Avanza & Xenia). Sementara kendaraan sedan harus extra hati-hati. Perumahan Deplu masih tergenang air setinggi perut orang dewasa.
Juga dengan perumahan di Jl. H. Muhi yang dilewati kali Pesanggrahan, beberapa rumah masih tergenang. Penduduk terlihat mengungsi di masjid setempat dengan kendaraan roda empat & roda dua terparkir di halaman masjid. Walau begitu, Jl. H. Muhi sudah bisa dilewati, terutama jembatan kali Pesanggrahan.
Download MPEG4 file in here. Hosted by Blip.TV
Jl. Kemang Raya & Jl. Pondok Jaya

Kami melanjutkan perjalanan ke daerah Kemang. Sampai di sana, pemandangannya tidak jauh berbeda dengan jalanan yang tergenang di daerah bencana lainnya. Namun, sebagai salah satu tempat tujuan wisata mancanegara, pemandangan tersebut cukup memprihatinkan. Beberapa orang asing tampak kebingungan mencari jalan, seperti terlihat di video satu keluarga yang bersepeda santai harus memutar jauh mencari jalan yang bisa dilewati. Posisi genangan tepat di depan restoran KemChicks. Ketinggian air sudah lebih turun dibanding sehari sebelumnya sehingga bisa dilewati segala jenis kendaraan seperti Bajaj. Namun tetap saja jika tidak hati-hati, air bisa dengan ganasnya membuat mesin mati tiba-tiba.
Ke arah Mampang, kami melewati Jl. Pondok Jaya. Jalan tersebut sudah bisa dilewati, namun suasana keprihatinan masih terasa dengan terlihat beberapa tumpukan barang-barang ungsian dan perahu karet di SD Darma Satria. Daerah ini disebut-sebut menjadi daerah terparah di Jakarta Selatan (Liputan 6). Maklum, Pondok Jaya (dan Pondok Karya) posisinya sangat rendah dan sudah menjadi langganan banjir sejak tahun 70-an.
Download MPEG4 file in here. Hosted by Blip.TV
Jl. Rasuna Said

Perjalanan ke jl. Rasuna Said dari arah perempatan Kuningan cukup kering dan lancar. Namun begitu mendekati jembatan Casablanca, jalur sebelah kiri ditutup, sehingga jalur sebelah kanan digunakan 2 arah. Semakin mendekati daerah jembatan Banjir Kanal Barat, jalanan semakin basah dan genangan air makin tinggi tepat di depan hotel Regent. Xenia yang kami tumpangi sempat 'brebet brebet' walau akhirnya bisa mencapai tempat yang lebih tinggi.
Bagai menyaksikan pemandangan langka, orang-orang berkumpul disekitar area banjir. Dan seperti layaknya tempat wisata, tersedia tukang mie ayam, tukang rokok dan orang-orang yang sibuk mendokumentasikan bencana dengan recording device mereka masing-masing. Orang asing pun tidak mau kalah bergabung dengan orang-orang sekitar, turut ber-foto-foto ria. Lenyap sudah kesan prihatin dan sengsara yang tergambarkan di beberapa wilayah Jakarta.
Download MPEG4 file in here. Hosted by Blip.TV
Setelah kaset video, memory card & batere habis, kami pun bergerak pulang ke arah Bintaro. Berharap agar bencana ini segera berakhir. Tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk membantu meringankan penderitaan mereka yang masih menunggu banjir surut, namun (semoga) apa yang kami lakukan hari ini bisa membantu memberi gambaran alternatif tentang situasi di ibukota yang kita cintai ini.
Link ke YouTube :
Video Report Deplu Raya & H. Muhi
Video Report Kemang & Pondok Jaya
Video Report Rasuna Said
Linked by Aris Tanone :
My Satellite Tracking Blog
Jl. Raya Deplu & Jl. Haji Muhi
Untuk jalan Deplu Raya, genangan air dari kali Pesanggrahan yang 2 hari lalu menghambat lalu lintas, sekarang sudah bisa dilewati kendaraan kelas MPV (Kijang, Panther, Avanza & Xenia). Sementara kendaraan sedan harus extra hati-hati. Perumahan Deplu masih tergenang air setinggi perut orang dewasa.
Juga dengan perumahan di Jl. H. Muhi yang dilewati kali Pesanggrahan, beberapa rumah masih tergenang. Penduduk terlihat mengungsi di masjid setempat dengan kendaraan roda empat & roda dua terparkir di halaman masjid. Walau begitu, Jl. H. Muhi sudah bisa dilewati, terutama jembatan kali Pesanggrahan.
Download MPEG4 file in here. Hosted by Blip.TV
Jl. Kemang Raya & Jl. Pondok Jaya
Kami melanjutkan perjalanan ke daerah Kemang. Sampai di sana, pemandangannya tidak jauh berbeda dengan jalanan yang tergenang di daerah bencana lainnya. Namun, sebagai salah satu tempat tujuan wisata mancanegara, pemandangan tersebut cukup memprihatinkan. Beberapa orang asing tampak kebingungan mencari jalan, seperti terlihat di video satu keluarga yang bersepeda santai harus memutar jauh mencari jalan yang bisa dilewati. Posisi genangan tepat di depan restoran KemChicks. Ketinggian air sudah lebih turun dibanding sehari sebelumnya sehingga bisa dilewati segala jenis kendaraan seperti Bajaj. Namun tetap saja jika tidak hati-hati, air bisa dengan ganasnya membuat mesin mati tiba-tiba.
Ke arah Mampang, kami melewati Jl. Pondok Jaya. Jalan tersebut sudah bisa dilewati, namun suasana keprihatinan masih terasa dengan terlihat beberapa tumpukan barang-barang ungsian dan perahu karet di SD Darma Satria. Daerah ini disebut-sebut menjadi daerah terparah di Jakarta Selatan (Liputan 6). Maklum, Pondok Jaya (dan Pondok Karya) posisinya sangat rendah dan sudah menjadi langganan banjir sejak tahun 70-an.
Download MPEG4 file in here. Hosted by Blip.TV
Jl. Rasuna Said
Perjalanan ke jl. Rasuna Said dari arah perempatan Kuningan cukup kering dan lancar. Namun begitu mendekati jembatan Casablanca, jalur sebelah kiri ditutup, sehingga jalur sebelah kanan digunakan 2 arah. Semakin mendekati daerah jembatan Banjir Kanal Barat, jalanan semakin basah dan genangan air makin tinggi tepat di depan hotel Regent. Xenia yang kami tumpangi sempat 'brebet brebet' walau akhirnya bisa mencapai tempat yang lebih tinggi.
Bagai menyaksikan pemandangan langka, orang-orang berkumpul disekitar area banjir. Dan seperti layaknya tempat wisata, tersedia tukang mie ayam, tukang rokok dan orang-orang yang sibuk mendokumentasikan bencana dengan recording device mereka masing-masing. Orang asing pun tidak mau kalah bergabung dengan orang-orang sekitar, turut ber-foto-foto ria. Lenyap sudah kesan prihatin dan sengsara yang tergambarkan di beberapa wilayah Jakarta.
Download MPEG4 file in here. Hosted by Blip.TV
Setelah kaset video, memory card & batere habis, kami pun bergerak pulang ke arah Bintaro. Berharap agar bencana ini segera berakhir. Tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk membantu meringankan penderitaan mereka yang masih menunggu banjir surut, namun (semoga) apa yang kami lakukan hari ini bisa membantu memberi gambaran alternatif tentang situasi di ibukota yang kita cintai ini.
Link ke YouTube :
Video Report Deplu Raya & H. Muhi
Video Report Kemang & Pondok Jaya
Video Report Rasuna Said
Linked by Aris Tanone :
My Satellite Tracking Blog
Friday, February 02, 2007
Jakarta Banjir (Lagi) 2
Gara-gara kemarin kami ngotot mau ngantor dan malah stress karena macet di mana-mana, pagi ini kami berangkat kantor justru mendekati daerah bencana yang terlewati dalam perjalanan ke kantor. Niatnya memang bukan mau ke kantor, tapi merekam bencana basah ala Jakarta ini.

Daerah yang kami lewati adalah Tanah Kusir dan air sudah setinggi paha orang dewasa, imbas dari kali Pesanggrahan. Pool Taxi Express pun sudah seperti telaga. Orang-orang beramai-ramai jadi ojek gerobak - menawarkan jasa menyeberangi banjir dengan gerobak. Tarifnya bervariatif dari 5000 hingga 10000 perak.
Kami pun berbalik arah dan menuju Jl. Raya Deplu Pondok Pinang. Di sana pun imbas meluapnya kali Pesanggrahan tidak kalah besar dengan Tanah Kusir. Dan tim evakuasi banyak melakukan aktivitas penyelamatan dengan perahu karet. Di atas jalan Deplu Raya, jalan tol Lingkar Selatan Jakarta tampak padat yang menuju ke arah Bintaro. Mungkin karena pengaruh ditutupnya tol BSD karena banjir di daerah Pondok Ranji dan sekitarnya.
Setelah cukup mengambil gambar, kami - jurnalis amatiran ini - pun mengambil kesimpulan bahwa kami memang tidak bisa berangkat kantor hari ini. Paling tidak, kami punya bukti rekaman gambar jika HRD ngotot memberikan sanksi kepada kami :D
Dokumentasi foto : http://www.flickr.com/photos/pinodita/with/377350198
Untuk format QuickTime movie MPEG 4, download di sini! (File size = 10,9 mb).
Download QuickTime for free
Daerah yang kami lewati adalah Tanah Kusir dan air sudah setinggi paha orang dewasa, imbas dari kali Pesanggrahan. Pool Taxi Express pun sudah seperti telaga. Orang-orang beramai-ramai jadi ojek gerobak - menawarkan jasa menyeberangi banjir dengan gerobak. Tarifnya bervariatif dari 5000 hingga 10000 perak.
Kami pun berbalik arah dan menuju Jl. Raya Deplu Pondok Pinang. Di sana pun imbas meluapnya kali Pesanggrahan tidak kalah besar dengan Tanah Kusir. Dan tim evakuasi banyak melakukan aktivitas penyelamatan dengan perahu karet. Di atas jalan Deplu Raya, jalan tol Lingkar Selatan Jakarta tampak padat yang menuju ke arah Bintaro. Mungkin karena pengaruh ditutupnya tol BSD karena banjir di daerah Pondok Ranji dan sekitarnya.
Setelah cukup mengambil gambar, kami - jurnalis amatiran ini - pun mengambil kesimpulan bahwa kami memang tidak bisa berangkat kantor hari ini. Paling tidak, kami punya bukti rekaman gambar jika HRD ngotot memberikan sanksi kepada kami :D
Dokumentasi foto : http://www.flickr.com/photos/pinodita/with/377350198
Untuk format QuickTime movie MPEG 4, download di sini! (File size = 10,9 mb).
Download QuickTime for free
Jakarta Banjir (Lagi)
Basah-basahan di Jakarta seperti 5 tahun silam terulang kembali. Berangkat kantor terjebak macet di mana-mana, jadi ajang sarana buang-buang bensin. Seperti yang gue lakukan kemarin. Saat pulang kantor, rumah gue di Bumi Bintaro Permai sudah terkepung 'danau'. Alhasil, gue harus nekad nerobos agar bisa sampai rumah supaya krucil (2 anak gue), istri & mertua bisa berteduh secara normal - walau rumah basah karena atap bocor sana sini.
Jika menyempatkan diri menonton video ini, ada bagian di mana gue harus menekan pedal gas tinggi-tinggi supaya air tidak masuk ke dalam knalpot. Untung ada mobil Trajet di depan gue, sehingga gue tidak ciut untuk memaksakan Xenia gue berendam.
Jika menyempatkan diri menonton video ini, ada bagian di mana gue harus menekan pedal gas tinggi-tinggi supaya air tidak masuk ke dalam knalpot. Untung ada mobil Trajet di depan gue, sehingga gue tidak ciut untuk memaksakan Xenia gue berendam.
Saturday, January 27, 2007
Kembali ke Pangandaran 1990
Kembali ke jaman kuliah gue. Suatu hari, dengan berbekal uang ala kadarnya, tanpa ada tekanan waktu & tugas, segelintir orang bisa tiba-tiba spontaneously pergi bertamasya jauh dari kampus tempat kuliah dan tempat kos. Seperti yang gue lakukan dengan teman-teman kuliah gue saat ke Pangandaran di tahun 1990. Pagi di Bandung, sore sudah main freesbee & bersepeda di pantai Pangandaran. Wuiilleee... nikmeh bener, bok! Nothing to lose, man!
Tonton dan nikmati saat kami menikmati kebebasan ala jaman kuliah kami. Maaf jika kualitas video agak blur, karena kamera video 8 gue saat itu lagi bermasalah, jadi kesannya seperti pakai filter diffuser.
Let's inhale the sea breeze of the 90's!
Video ini juga terdapat di http://partai88.multiply.com/video/item/5
Tonton dan nikmati saat kami menikmati kebebasan ala jaman kuliah kami. Maaf jika kualitas video agak blur, karena kamera video 8 gue saat itu lagi bermasalah, jadi kesannya seperti pakai filter diffuser.
Let's inhale the sea breeze of the 90's!
Video ini juga terdapat di http://partai88.multiply.com/video/item/5
Saturday, January 13, 2007
Revver-olution

No Porno, No Jiplakan, No Bajakan
Ada satu lagi situs penyedia jasa video sharing bernama REVVER. Situs yang didirikan sekitar November 2005 ini punya peraturan yang ketat dalam masalah hak cipta dan pornografi. Sehingga situs ini tidak berpopulasi massal seperti YouTube. Segala materi video yang diupload di situs tersebut dijamin memiliki kualitas yang baik dan bertanggung jawab. Cocok buat para videographer serius, baik amatir mau pun profesional, yang ingin mem-publikasikan karya mereka. Seperti yang dikutip di majalah WIRED edisi Desember 2006 :
- "Revver's business model is as an oasis for original content, so it built into its infrastructure human and electronic means to sniff out copyright infringers."
Read more [show/hide]
Friday, January 12, 2007
Gourmet Show via Vlog
Dulu, mungkin satu-satunya kiblat acara masak memasak cuma di Resep Oke Rudy. Sekarang, dengan hadirnya blog dan video blog, bukan tidak mungkin setiap orang menjadi kiblat bagi orang lainnya. Kami mencoba membuat sebuah video dokumentasi kegiatan di dapur. Dita sang istri tercinta membuat sebuah cake membentuk figur Arwen yang terbuat dari fondant. Tahap demi tahap direkam dengan video dan dibungkus dalam sebuah video klip dengan background musik. Sebenarnya ide kami persis dengan situs video masak memasak seperti milik pasangan suami istri Waz & Lenny dalam Crash Test Kitchen, namun namanya juga baru eksperimen jadi video kami hanya berkesan dokumentasi biasa - tidak ada keterangan instruksi tahap demi tahap seperti layaknya acara olah boga bak Resep Oke Rudy.
Namanya juga usaha. Siapa tahu kami bisa jadi Waz & Lenny -nya Indonesia. Apalagi memang sekarang Dita lagi getol-getolnya ngobrak ngabrik dapur. Silakan cek di blog-nya.
Selamat menikmati hidangan kami.
Namanya juga usaha. Siapa tahu kami bisa jadi Waz & Lenny -nya Indonesia. Apalagi memang sekarang Dita lagi getol-getolnya ngobrak ngabrik dapur. Silakan cek di blog-nya.
Selamat menikmati hidangan kami.
Thursday, January 11, 2007
Kampanye ASI : Early Latch On
Lagi iseng-iseng lihat dokumentasi kelahiran putri kami yang kedua, tiba-tiba timbul ide untuk membuat video dokumentasi tentang "Early Latch On" - yaitu kegiatan memberikan ASI sesaat setelah sang bayi mbrojol di dunia. Dan sampai niat syuting untuk testimonial & diedit sedemikian rupa jadi seperti kampanye ASI.
Ternyata sejauh ini (sejak kami posting beberapa hari lalu) cukup bermanfaat bagi orang banyak, terutama bagi ibu-ibu yang sedang menanti saat-saat kelahiran putra putrinya. Walau kesannya amatiran, video dokumentasi kami (alhamdulillah) bisa memberi bayangan apa yang harus dilakukan saat proses kelahiran tiba. Dan yang terpenting, harapannya bisa memacu dan semangat para ibu-ibu baru tersebut untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya.
Selamat menonton & semoga bermanfaat.
Untuk format QuickTime movie klik gambar ini.

Download QuickTime for free

Kategori :
Semi Documentary, Video Report
Ternyata sejauh ini (sejak kami posting beberapa hari lalu) cukup bermanfaat bagi orang banyak, terutama bagi ibu-ibu yang sedang menanti saat-saat kelahiran putra putrinya. Walau kesannya amatiran, video dokumentasi kami (alhamdulillah) bisa memberi bayangan apa yang harus dilakukan saat proses kelahiran tiba. Dan yang terpenting, harapannya bisa memacu dan semangat para ibu-ibu baru tersebut untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya.
Selamat menonton & semoga bermanfaat.
Untuk format QuickTime movie klik gambar ini.
Download QuickTime for free
Kategori :
Semi Documentary, Video Report
Wednesday, December 27, 2006
Lari Plus Gadget Minus Nike+iPod

Gue pada dasarnya adalah orang yang malas berolahraga. Terutama jika harus bangun pagi untuk melakukan kegiatan lari pagi. Namun, ternyata asik juga jika dilakukan sambil mendengarkan iPod. Apalagi plus dengan GPS & Palm, sehingga gue bisa tahu kecepatan & jarak lari gue dan dicatat di Palm pakai software MySportTraining. Lewat software ini, gue bisa mengetahui progress kegiatan lari & statistik gue. Paling tidak memotivasi gue untuk tetap berolahraga secara teratur dan terus menambah jarak tempuh lari.
Teman-teman gue menertawakan kegiatan lari pagi gue, "Lo mo lari atau pamer gadget? Mau lari aja ribet amat!" Iya juga sih. Tapi kalau ngga bawa GPS, gue ngga tahu kecepatan & jarak lari gue. Kalau ngga bawa Palm, gue ngga bisa mencatat menit-per-menit kegiatan gue.
Semua keribetan itu bisa diselesaikan dengan menggunakan sport kit dari Nike & iPod - menaruh sensor di sepatu dan data wirelessly diterima di iPod nano. Cool! This is what I need! Unfortunately, sampai sekarang alat seharga US$ 29 ini belum dijual di Indonesia! Dan rata-rata info yang gue terima dari gerai Nike, mereka berencana memasukkan barang tersebut ke Indonesia tahun depan. Sohib gue yang kerja dengan Apple pun membenarkan info tersebut.
Yah sudah. Gue tunggu saja deh sampai tahun depan saat barang ini datang ke Indonesia. Untuk sementara waktu, gue terpaksa berlari sambil nggotong-nggotong gadget. Walau sempat kejadian hampir kejeblos selokan hanya karena sibuk mencatat di Palm gue.
Iseng-iseng bikin TVC Nike + iPod versi Indonesia. Video ini juga kurang lebih menggambarkan apa yang gue lakukan selama ini. Siapa tahu ada pihak Nike atau Apple tergugah hatinya untuk sesegera mungkin menjual sport kit Nike + iPod ke gue. *you wish!*
Untuk format QuickTime movie MPEG 4, download di sini! (File size = 3,6 mb).
Download QuickTime for free
Review Nike+iPod bisa lari ke blog Agus :
http://hausofagus.blogspot.com/2006/08/nikeipod-review.html
Tuesday, December 19, 2006
Arwen Mendadak Dangdut
Beberapa kali ini, Arwen (plus Mamin & baby Leia) berkesempatan menemani Papin lembur di kantor hari Minggu, terutama saat Papin mesti tugas 'njagain' on air acara siaran langsung. Kemarin, hari Minggu tanggal 10 Desember, kebetulan acara-nya dang-dut-an (Panggung Emas RCTI : Radja Didangdut) dan seperti biasa krucil ikut nonton di studio tempat acara berlangsung.
Arwen tampak excited banget lihat kehebohan suasana studio, apalagi dengar musik dangdut nan heboh plus lenggak lenggok penyanyi-nya (Trio Macan, Duo Sansan, Dewi Perssik). Dalam hati kami, "Duuuhh.. semoga Arwen ngga teracuni dangdut dehh.." Maklum, Arwen lagi dalam periode 'gampang-merekam' apa saja yang dianggap menarik untuk dilihat.
Betul saja. Kekhawatiran kami terbukti. Besoknya Mamin harus jemput Papin ke kantor. Saat Arwen diajak dia serta merta berkata "Yuk! Kanto Papin! Yuk! Dangdut! Tongtong dangdut!" DHUER!!!!
Hopefully, memperbanyak cuci otak dengan film The Sound of Music bisa mengurangi intensitas perhatian dia terhadap dangdut. Bukan maksud kami against dangdut, tapi kok kayaknya belum saatnya dia menyanyikan lagu SMS atau Goyang Heboh. Hehehehehehe....
Untuk format QuickTime movie MPEG 4, download di sini! (File size = 7,6 mb).
Download QuickTime for free

Kategori :
Documentation, Vlogging,
Funny
Arwen tampak excited banget lihat kehebohan suasana studio, apalagi dengar musik dangdut nan heboh plus lenggak lenggok penyanyi-nya (Trio Macan, Duo Sansan, Dewi Perssik). Dalam hati kami, "Duuuhh.. semoga Arwen ngga teracuni dangdut dehh.." Maklum, Arwen lagi dalam periode 'gampang-merekam' apa saja yang dianggap menarik untuk dilihat.
Betul saja. Kekhawatiran kami terbukti. Besoknya Mamin harus jemput Papin ke kantor. Saat Arwen diajak dia serta merta berkata "Yuk! Kanto Papin! Yuk! Dangdut! Tongtong dangdut!" DHUER!!!!
Hopefully, memperbanyak cuci otak dengan film The Sound of Music bisa mengurangi intensitas perhatian dia terhadap dangdut. Bukan maksud kami against dangdut, tapi kok kayaknya belum saatnya dia menyanyikan lagu SMS atau Goyang Heboh. Hehehehehehe....
Untuk format QuickTime movie MPEG 4, download di sini! (File size = 7,6 mb).
Download QuickTime for free
Kategori :
Documentation, Vlogging,
Funny
Thursday, November 09, 2006
Menebar Racun di Festival Konfiden
Beberapa hari lalu Konfiden bikin hajatan rutin tahunannya, festival film /video pendek. Seperti yang sudah-sudah, acara di isi dengan pemutaran karya para video maker indie dan forum diskusi. Gue kebagian jadi tukang cuap-cuap disebuah sesi diskusi denga lingkup bahasan "VIdeoblog sebagai sarana alternatif untuk publikasi karya". Sekaligus membahas tentang menjamurnya fasilitas video sharing di situs-situs internet seperti YouTube atau Blip.tv.
Pembahasan ini bisa menjadi solusi alternatif bagi para peserta festival, terutama bagi yang tidak lolos karena tersandung beberapa kriteria festival seperti konteks penggunaan materi hak cipta. Bisa dimaklumi, karena banyak pembuat video amatir/indie yang mengabaikan masalah hak cipta, misal menggunakan lagu yang lagi top sebagai music track karya videonya. Yang terpenting adalah, bagaimana para video maker ini bisa mengkomunikasikan pesannya dengan baik melalui media audio visual.
Dengan video online, para video maker ini bukan saja diberi kesempatan untuk mempublikasikan karya mereka tanpa harus risau dengan masalah penggunaan materi hak cipta (walau YouTube sendiri sudah memberi rambu tentang hal ini, selama karya tersebut tidak difestivalkan dan dikomersialisasikan), tapi juga kebebasan berekspresi. Sebuah karya video pendek yang berkualitas bisa saja hadir dari - let say - dokumentasi keluarga tentang kelahiran seorang bayi yang diedit secara dramatis & menyentuh, atau sekedar iseng mendokumentasikan perjalanan liburan yang dibuat seperti karya video klip. Semua contoh tersebut bisa tidak lolos jika melewati jalur festival. Namun dengan video online, karya tersebut bisa terpublikasikan, ditonton banyak orang dan terjadi mekanisme feedback atau penilaian (berdasarkan komentar atau rating) secara demokratis.
Populasi Video maker amatir di Indonesia masih sangat sedikit. Festival yang diadakan teman-teman Konfiden adalah sarana penting dalam mengumpulkan bakat-bakat tersembunyi dan meningkatkan jumlah video maker amatir di Indonesia. Namun bagi gue pribadi ada hal yang harus diutamakan terlebih dahulu : memberi rasa percaya diri saat memegang kamera video, saat membuat storyline, saat mengedit & saat mempertontonkan karyanya. Video online adalah sarana yang tepat untuk menyalurkannya.
Sayang yang hadir pada diskusi ini cuma beberapa gelintir. Hal ini bisa dianggap sebagai gambaran bahwa :
- Belum populernya penggunaan internet sebagai sarana publikasi karya video, apalagi dengan kondisi masih banyak orang yang fakir bandwith di negeri ini
- Masih lebih memilih festival sebagai sarana paling utama untuk mempertontonkan hasil karya - dengan menggunakan layar lebar bak bioskop & dipertandingkan
- Atau memang, banyak yang belum cukup confident untuk berkisah melalui video
Thursday, August 10, 2006
Gerhana 11 Juni 1983
Sebuah peristiwa yang tak terlupakan bagi gue dan keluarga saat menikmati fenomena alam Gerhana Matahari Total tanggal 11 Juni 1983. Kami yang kebetulan ada di Yogyakarta, diboyong team bokap ke wilayah perbukitan Piyungan untuk bisa menikmati gerhana di dataran yang lebih tinggi.
Dalam perjalanan, kanan kiri suasana pedesaan sudah sangat sepi. Jarang ditemui penduduk atau petani yang bersliweran. Ini akibat penyuluhan pemerintah saat itu yang membuat masyarakat takut terkena bahaya sinar gerhana matahari total. Ironisnya, saat mereka bersembunyi di dalam rumah selama seharian dan melewatkan fenomena bersejarah di daerah mereka, turis-turis asing justru banyak ditemui dan 'bela-bela'in berangkat dari negaranya. Dan yang menarik, isyu bromocorah 'gali' sedang santer-santer-nya di daerah ini, setiap sudut kampung tampak beberapa aparat berjaga. Membuat suasana jadi makin 'mencekam' dan tidak seperti biasanya.
Sampai di lokasi, bokap langsung melakukan dokumentasi dengan kamera Trinicon HVC 2000 Betamax-nya. Bergabung dengan teman-temannya yang sudah memancang beberapa tripod & kamera photo lengkap dengan filter mylar-nya. Beberapa orang - termasuk gue - memasangkan 'kacamata' dengan filter di mata untuk bisa melihat proses penutupan matahari oleh bulan.
Saat gerhana terjadi, suasananya sangat magical. Yang tadinya cuaca cerah hangat tiba-tiba matahari seperti ada yang menyelimuti membuat gelap dunia. Ayam jago berkokok bersahut-sahutan. Langit berwarna seperti saat subuh atau senja. Temperatur langsung drop, menciptakan embun di lensa kacamata. Kami memberanikan diri mengabaikan penyuluhan pemerintah dan menatap gerhana dengan mata telanjang. Di atas kami terdapat pemandangan yang sukar dipercaya - biasanya di atas kami ada matahari, tapi saat gerhana hanya tampak cincin berkilau. Semua bergumam kagum, tercengang, excited, berdecak bahkan meneriakkan "Allahu Akbar". Sang Maha Designer menunjukkan hasil karyanya, yang tidak mungkin bisa dipertontonkan kembali dalam waktu dekat di masa mendatang. Ini adalah pemandangan sekali seumur hidup!
Setelah peristiwa selesai, matahari kembali bersinar dan membuat udara menjadi panas. Tanpa kami sadari, beberapa aparat sudah hadir di antara kita - mungkin saat gelap gerhana mereka sudah tiba. Setelah bertanya sana sini dan menawarkan bantuan kawalan, mereka pergi meninggalkan kami yang masih asyik menikmati pemandangan perbukitan Piyungan.
Sayangnya, kaset Betamax yang digunakan ternyata tidak berumur panjang karena berbagai faktor. Sehingga dokumentasi langka ini nyaris tak bisa ditonton kembali. Untungnya, dulu gue sempat transfer kaset ini ke dalam format video 8 sebelum terlanjur rusak parah. Hasilnya yaa.. tidak bagus. Banyak tracking dan gangguan bintik-bintik gambar. Namun untuk sebuah peristiwa langka luar biasa yang mungkin baru terulang 400 - 500 tahun lagi, video dokumentasi ini masih bisa dianggap layak tonton laahhh..
Enjoy.

Watch the Video
More zoom to :
http://www.krysstal.com/ec1983.html
http://uk.geocities.com/solareclipsewebpages@btopenworld.com/19830611.html
http://nicmosis.as.arizona.edu:8000/ECLIPSE_WEB/ECLIPSE_83/ECLIPSE_83.html
Kategori :
Documentation, Video Report, Vlogging
Dalam perjalanan, kanan kiri suasana pedesaan sudah sangat sepi. Jarang ditemui penduduk atau petani yang bersliweran. Ini akibat penyuluhan pemerintah saat itu yang membuat masyarakat takut terkena bahaya sinar gerhana matahari total. Ironisnya, saat mereka bersembunyi di dalam rumah selama seharian dan melewatkan fenomena bersejarah di daerah mereka, turis-turis asing justru banyak ditemui dan 'bela-bela'in berangkat dari negaranya. Dan yang menarik, isyu bromocorah 'gali' sedang santer-santer-nya di daerah ini, setiap sudut kampung tampak beberapa aparat berjaga. Membuat suasana jadi makin 'mencekam' dan tidak seperti biasanya.
Sampai di lokasi, bokap langsung melakukan dokumentasi dengan kamera Trinicon HVC 2000 Betamax-nya. Bergabung dengan teman-temannya yang sudah memancang beberapa tripod & kamera photo lengkap dengan filter mylar-nya. Beberapa orang - termasuk gue - memasangkan 'kacamata' dengan filter di mata untuk bisa melihat proses penutupan matahari oleh bulan.
Saat gerhana terjadi, suasananya sangat magical. Yang tadinya cuaca cerah hangat tiba-tiba matahari seperti ada yang menyelimuti membuat gelap dunia. Ayam jago berkokok bersahut-sahutan. Langit berwarna seperti saat subuh atau senja. Temperatur langsung drop, menciptakan embun di lensa kacamata. Kami memberanikan diri mengabaikan penyuluhan pemerintah dan menatap gerhana dengan mata telanjang. Di atas kami terdapat pemandangan yang sukar dipercaya - biasanya di atas kami ada matahari, tapi saat gerhana hanya tampak cincin berkilau. Semua bergumam kagum, tercengang, excited, berdecak bahkan meneriakkan "Allahu Akbar". Sang Maha Designer menunjukkan hasil karyanya, yang tidak mungkin bisa dipertontonkan kembali dalam waktu dekat di masa mendatang. Ini adalah pemandangan sekali seumur hidup!Setelah peristiwa selesai, matahari kembali bersinar dan membuat udara menjadi panas. Tanpa kami sadari, beberapa aparat sudah hadir di antara kita - mungkin saat gelap gerhana mereka sudah tiba. Setelah bertanya sana sini dan menawarkan bantuan kawalan, mereka pergi meninggalkan kami yang masih asyik menikmati pemandangan perbukitan Piyungan.
Sayangnya, kaset Betamax yang digunakan ternyata tidak berumur panjang karena berbagai faktor. Sehingga dokumentasi langka ini nyaris tak bisa ditonton kembali. Untungnya, dulu gue sempat transfer kaset ini ke dalam format video 8 sebelum terlanjur rusak parah. Hasilnya yaa.. tidak bagus. Banyak tracking dan gangguan bintik-bintik gambar. Namun untuk sebuah peristiwa langka luar biasa yang mungkin baru terulang 400 - 500 tahun lagi, video dokumentasi ini masih bisa dianggap layak tonton laahhh..
Enjoy.
Watch the Video
More zoom to :
http://www.krysstal.com/ec1983.html
http://uk.geocities.com/solareclipsewebpages@btopenworld.com/19830611.html
http://nicmosis.as.arizona.edu:8000/ECLIPSE_WEB/ECLIPSE_83/ECLIPSE_83.html
Kategori :
Documentation, Video Report, Vlogging
Sunday, July 09, 2006
Unay Bilang Gue Kurang Kerjaan
Unay itu nama aslinya Gunnar S. Nimpoeno. Profesinya DOP dan kameraman (bener ngga, Nay?) Dia sohib gue dari jaman kuliah di FSRD ITB dulu. Gue hobi video dan dia hobi fotografi. Gue juga yang meracuni Unay untuk berhobi videography (ya ngga, Nay?? kekekekekekek). Sempet bercita-cita bikin film bareng nanti kalau sudah lulus - dan malah dia yang bikin film beneran.
Read more [show/hide]
Beberapa saat lalu, kita telpon-telponan. Iseng gue tanya komentarnya tentang video blog gue ini, jawabannya singkat "Dasar euweuh gawe" (Dasar kaga ada kerjaan). Maksudnya, nggak ada kerjaan apa ya sampai si Pinot bikin blog beginian. Gue sempet terkesima dengan statement-nya, kok sama-sama hobi audio visual tapi ngga excited dengan media video blogging ini. Seharusnya malah semangat bisa bikin video (atau film.. ceilee) terus dipublikasikan sendiri. Bagi gue, vlogging bisa jadi hobi yang bisa dilakukan saat senggang buat menghilangkan kesuntukan kerja selama 5 hari di kantor.
Dan ngga cuma Unay yang berstatement demikian, teman-teman gue yang menceburkan diri sebagai videographer profesional pun merasa 'tidak antusias' dengan kegiatan vlogging. Setelah ngobrol lama dengan Unay, gue mendapatkan kesimpulan bahwa teman-teman gue yang memang berprofesi, mencari nafkah & bekerja dengan media video atau film sudah terlalu 'eneg' jika di waktu senggangnya masih harus berhubungan lagi dengan video, film, video, film, video & film. "Gue mending jalan-jalan pake sepeda kalo pas liburan," kata si Unay - yang mungkin memang sedang berusaha keras me-reshape tubuh tambunnya. Wakakakakak.
Gue sekarang bekerja di stasiun TV swasta dan hampir ngga ada hubungannya dengan video. Ketika pulang atau weekend, rasanya bisa beristirahat total jika gue bisa berkegiatan video. Dari yang ngedit video pribadi, dokumenter atau nge-shot kegiatan Arwen anak gue. Ngoprek video bagi gue seperti meneruskan hobi lama gue yang sudah lama terpendam. Jadi bersemangat lagi setelah bermunculan jasa hosting video seperti YouTube atau Blip.tv. Bervlogging bisa jadi jamu obat stress dari pekerjaan. Namun, untuk saat ini tampaknya vlogging hanya ditekuni oleh hobi-ers dan amatir.
Pesan buat Unay, tonton sejenak video lu yang gue posting dan renungi. Video, dokumenter, audio visual, film, sinematografi apa pun namanya bukan melulu pekerjaan semata. Beralih profesilah elu (pegawai bank atau asuransi), agar elu bisa kembali merasakan 'nyawa' keasikan sebenarnya dari kegiatan videography. Wakakakakakakakakak :DD
Sunday, July 02, 2006
Kampanye Politik Era Eighties
Gue tidak ada niatan politik apa pun dalam mem-publish rekaman video suasana kampanye politik di tahun 1987 ini. Gue cuma berpikir - saat menonton kembali rekaman video 8 gue ini - betapa bersemangat-nya orang-orang saat itu berkampanye, toh yang menang partai itu-itu juga. Suasana Jakarta nan terik panas berubah jadi ajang tontonan - menonton & ditonton - arak-arakan manusia ber'kampanye'. Masyarakat di pinggir jalan, yang sudah pasti masa bodoh dengan maksud kampanye tersebut, turut bersenang-senang seolah mengelu-elukan para pelaku kampanye yang berarak keliling kota menggunakan semua sarana transportasi dari motor, mobil pribadi, bajay (buset, ini bajay umurnya sudah 20-an tahun donngg??) sampai dengan metro mini bodol. ABG-nya juga ngga ketinggalan, teteup dengan cengdem dan rambut blow-nya. Ngga lupa iringan musik nge-ces (treble) dari sound system. Gue jadi heran, ini kampanye atau ngeceng?
Karena ada momen seperti itu, kesempatan buat gue untuk iseng belajar membuat reportase video. Saat itu gue ditugasi sama guru SMA (gue masih kelas 1) untuk membuat semacam laporan dalam bentuk video tentang kegiatan kampanye politik saat itu. Akhirnya jadi berani malu bin pede shooting video di tengah keramaian dengan bekal Sony Video 8. Video yang gue publish ini pun sama dengan apa yang gue pertontonkan ke guru gue. Hasilnya.. yaa.. lumayan laaaaa... namanya juga jurnalis amatiran. Silakan menikmati suasana kampanye politik tahun 80-an, era eighties, era lintas melawai, era ngeceng.
Note : this video hosted in BLIP.TV.
Untuk format QuickTime movie klik gambar ini.

Download QuickTime for free

Kategori :
Documentary, Video Report, Video Journalist
Karena ada momen seperti itu, kesempatan buat gue untuk iseng belajar membuat reportase video. Saat itu gue ditugasi sama guru SMA (gue masih kelas 1) untuk membuat semacam laporan dalam bentuk video tentang kegiatan kampanye politik saat itu. Akhirnya jadi berani malu bin pede shooting video di tengah keramaian dengan bekal Sony Video 8. Video yang gue publish ini pun sama dengan apa yang gue pertontonkan ke guru gue. Hasilnya.. yaa.. lumayan laaaaa... namanya juga jurnalis amatiran. Silakan menikmati suasana kampanye politik tahun 80-an, era eighties, era lintas melawai, era ngeceng.
Note : this video hosted in BLIP.TV.
Untuk format QuickTime movie klik gambar ini.
Download QuickTime for free
Kategori :
Documentary, Video Report, Video Journalist
Saturday, July 01, 2006
Arwen's Plastic Surgery
Bayi multi-ekspresi, itu salah satu sebutan kami buat si Arwen yang sekarang berusia 19 bulan. Kadang, kami suka tertawa sendiri jika Arwen lagi rewel - karena audionya menangis tapi wajahnya kadang berekspresi tertawa.Suatu ketika, kami ber-eksperimen melakukan 'bedah plastik' wajah Arwen saat sebelum tidur. Awalnya Arwen tidak keberatan wajahnya disqueze, ditarik, dijembeng, dikuyel-kuyel oleh orang tuanya. Namun akhirnya protes keras. Dari rekaman video ini sendiri sudah terlihat beberapa ekspresi ajaib Arwen, walau harus dibantu 'bedahan' tangan gue dan Dita.
Note : this video hosted in BLIP.TV.
Untuk format QuickTime movie klik gambar ini.
Download QuickTime for free
Kategori :
Documentary, Raw Material, Funny
Subscribe to:
Posts (Atom)
Ketat & Lamban
Gue mencoba masuk dan upload 2 video gue. Prosesnya sangat memakan waktu - tidak instantly published seperti di YouTube atau Blip.TV. Video Hip Hop Baby - putri gue si Arwen berjoget mengikuti musik hip hop - yang menggunakan background musik Memphis Bleek, dari sejak terupload tanggal 1 Januari hingga kini belum bisa terpublikasi dan ternyata ditolak, sampai kemudian gue mendapatkan email dari mereka dengan subject : Music Copyright Violation Notice yang mempertanyakan lisensi penggunaan musik tersebut. Hebat! Dalam email ini juga mereka berharap agar gue menyempatkan diri untuk membaca tentang hak cipta penggunaan lagu dalam video clip : http://www.lib.jmu.edu/Org/MLA/FAQ/.
Setelah reply email mereka, baru kemudian mereka mencoba untuk me-review ulang pada tanggal 6 Januari 2007 dan hingga kini belum ada kabar. Sudah hampir 2 minggu! Tsk! Sementara video gue lainnya yang bertajuk "Nike + iPod commercial comedy" yang banyak menggunakan materi & logo sponsor plus potongan-potongan lagu yang jumlahnya banyak, malah lolos dan sudah terpublish di REVVER.
Buat sementara orang, hal ini jelas menghambat kreativitas dan membatasi kebebasan berkreasi. Tapi sebenarnya ini adalah cara alternatif untuk ber-vlogging dengan baik dan benar. Jika kita menghormati karya kita sendiri dengan mencantumkan feature Creative Common, kenapa kita tidak melakukan hal yang sama saat kita menggunakan materi orang lain dalam berkarya. Jika memang maksudnya meng-apresiasi karya orang dengan menggabungkannya dengan karya kita - dan non-commercial tentunya - itu lain soal. Seperti yang gue lakukan pada video Hip Hop Baby dengan menggunakan musik Memphis Bleek.
Aturan main yang ketat ini berhubungan dengan policy REVVER yang memberi kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dalam bentuk uang jika video kita mencapai tingkat popularitas tertentu. Pada saat registrasi, kita diharuskan menyertakan informasi account PayPal kita, yang akan digunakan untuk memberi donasi pada situs tersebut dan rekening saldo seandainya kita mendapatkan uang (woohooo! So let's make your PayPal account now! Indonesia sudah masuk dalam daftar PayPal tuuuhh). Menurut gue, ini cukup fair dan sangat menghargai hasil karya dengan ide-ide kreatif & orisinal. Barangkali memang beginilah model yang sebenarnya dari bentuk apresiasi digital - khususnya karya video blog.
Feature & fasilitas
Secara tampilan, REVVER lebih rapi & bersih dibanding YouTube. Dan feature-feature nya menyamai Blip.TV. Yang gue suka adalah fasilitas Share the Video, mereka menyediakan 5 pilihan untuk di-embed ke website & blog kita yaitu : Flash using JavaScript, Quicktime, Flash embed, Quicktime with JavaScript, Thumbnail link. Tersedia button untuk langsung men-download file video dalam bentuk QuickTime (bandingkan dengan YouTube yang harus menggunakan third-party facilities untuk bisa download materi video). Selain itu, kita bisa langsung submit video kita ke DIGG, del.icio.us, Technorati, Newsvine, Magnolia, Reddit, BlinkList, Furl & Netscape. Sayangnya tidak ada fasilitas untuk jalur podcast seperti yang diberikan di Blip.TV.
Kesimpulan
Jika anda bermaksud meng-upload video - entah itu video klip orang lain, menggunakan musik tanpa izin (walau pada saat upload sudah ada warning), dokumentasi Maria Eva & YZ - yang sebebas-bebasnya, YouTube adalah tempat yang tepat. Apalagi populasinya sangat banyak, sehingga bisa meningkatkan jumlah viewers video anda dalam waktu yang cukup singkat. Jaminan menjadi sukses seperti LonelyGirl15 lebih besar.
Tapi jika sangat menghargai hak cipta, orisinalitas & serius dalam ber-videography, REVVER cukup mengakomodir kebutuhan anda. Apalagi dengan embel-embel apresiasi dalam bentuk uang. It's worth to try.